KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
169. Adrianus IV (1154-1159)
Adrianus lahir di London dari sebuah keluarga yang sederhana dengan nama Nikolas Breakspear. Ia adalah satu-satunya paus berkebangsaan Inggris dalam sejarah Kepausan. Ia belajar di Perancis dan menjadi Abbas dari Ordo Canons Regular. Paus Eugenius III mengangkatnya sebagai uskup cardinal di Albino, dan mengirimkannya sebagai utusan ke Denmark, Swedia dan Norwegia. Karya misinya menandai permulaan abad baru dari Katolisisme Skandinavia dan pada waktu Paus Anastasius IV meninggal, ia terpilih menjadi paus pada 15 Desember 1154. Dengan bulla Laudabiter pada tahun 1155, ia menyerahkan kedaulatan atas Irlanid kepada Rja Henri II dari Inggris.
Ia tidak menerima situasi yang terjadi di Roma, yaitu suatu pemerintahan sipil dengan seorang senat independen dari paus dan Arnoldus dari Brescia yang terus menerus memaksa rakyat dan menghasut mereka. Ia mengeluarkan larangan terhadap kota hingga Arnoldus harus diusir keluar kota. Inilah sebuah peristiwa yang pertama kali terjadi dan rakyat benar-benar tidak berkutik membela supremasi Gereja di atas kekaisaran, sehingga menjadi tantangan bagi KAisar Frederikus Barbarossa. Meskupun demikian, ia menerima suatu pertemuan dengan Kaisar Frederikus di Sutri. Dalam pertemuan inilah insiden sanggurdi yang tekenal itu berlangsung. Kaisar Frederikus tidak mau memegang sanggurdi dari kuda Paus, dan Paus menolak memberikan ciuman maaf. Konflik diselesaikan secara diplomatic dan Frederikus dimahkotai sebagai kaisar. Salah seorang yang harus menanggung semua ini adalah Arnoldus dari Brescia yang ditangkap, diserahkan kepada paus dan dibakar. Segala sesuatu yang dilakukan oleh paus Adrianus didasarkan pad akeyakinan bahwa Gereja adalah pusat, unsur yang menyatukan dunia Kristen dan harus bangga atas kedudukan yang khusus di atas semua orang dan atas apapun juga. Frederikus Barbarossa justru berpikir sebaliknya. Setelah merestorasi hak-hak dan kendali kekaisaran atas seluruh Italia Utara, ia juga mengklaim hak-hak istimewa para kaisar Romawi atas kota Roma, sehingga dengan demikian benar-benar mengancam kekuasaaan duniawi paus dan independensi Negara Kepausan. Dua tokoh ini semakin berseberangan. Paus Adrianus, yang tidak percaya kepda Frederikus, mengadakan suatu pendekatan dengan bangsa Normadia dan menandatangani Konkordat Benevento dengan mereka. Perpecahan mencapai puncaknya dimana Paus Adrianus mengancam mengekskomunikasi kaisar Frederikus. Tetapi tidak sempat melakukannya karena keburu wafat pada 1 September 1159.
|